Monthly Archives: January 2015

Suddenly galau (biarkan)

Standard

Dan tiba-tiba gue sangat galau..
Dari ultah gue ke 18, selalu ada daisy yang nemenin dan ngerayain, sejauh apapun dan tinggal dimana pun, selalu bela-belain dateng setiap ulang tahun atau hari spesial gue..
Dan tahun ini pertama kalinya dari umur 18 sampai sekarang, she would not be able to spend time with me on my birthday..
Sediiih tingkat tinggi.. Ah, kenapa kantornya harus ngirim dia on site dari awal februari sih?
Padahal udah mikir mau have fun dan menggila bareng lagi nantinya..
#hancurekspektasi
#nyebelin

Advertisements

Run Forrest, Run! Ups, I mean Run Lynn, Run!

Standard

People says that patience is virtue. For me, that’s a bullshit.

I don’t know, but looking back and looking up to my life, there are a lot of my goals and dreams that I haven’t achieve yet.

And it seems like I’m running out of time. I mean, I am already 24 right now, soon will be 25. What kind of achievement that I have done until now? That is my question that always running through my head.

When I was a teenager, I always tried to imagine my life when I turn 25. That time everything is blur. But nowadays, it becoming more blur to me.

forrest-gump-18A lot of things happened. And I always have to change my direction to the right and to the left because of the condition that I can’t avoid. I have to take a U turn sometimes, just for balancing my life back.

And since last year, I’m trying to putting it back together pieces by pieces. Trying to open my life map and life plan journal. Checking what should I do, what I want to do and what I need to do.

I realize I missed a lot of things when I’m growing up. Comparing to my old friends back to high school and elementary school, I realize that I kinda do nothing. What have I done that I can be proud of?

Finishing my degree and master? Nah, a lot of people can do the same easily. That’s not count as an achievement.

Getting a stable job before I even officially graduated? Nah, you can call them luck and opportunity given by God.

So, the conclusion is, nothing, nothing I can be proud of.

25506a09a760f96d_forrest-gump.xxxlarge_2There is one person that I always envy of, she is one of my close friend and she always inspires me to running for my life.

You know, she always take all opportunities that came to her and very brave to leaving her comfort zone. And there, she achieved a lot of things now. While me, always left behind with all the thought because I’m just afraid leaving my comfort zone. I’m afraid to losing everything that I have now,ย  which actually that risk is worth to fight for.

Now, what I can do is running, running for my life. Even that is mean I have to left some things and some people behind.

I need to select which condition and which people that can help me to grow. I can’t be stuck in the same place anymore. Stuck with all the same problem everyday, same condition, same things that repeated day by day.

190840102929896805efGYUm1TcIf people says that I need to wait, I can’t. You know, waiting is a tiring thing.

And it is not once that I have to regret just because of waiting.

I think I have to say goodbye for some things. Choosing is always hard, but I have to.

One person ever said to me, “Whatever that you do, right or wrong, people will always make a comment about it. But actually, its your life, you have the full right to navigate it. People will forget, but you cannot change the regret.”

So, that’s it.

I have to screaming inside my head, Run Lynn, Run! If you don’t want to be left out by your own life, RUN!

Hybrid Human

Standard

I am a hybrid human.
Two in one.
Maybe you feel that I am bipolar.
But it just because I don’t like living with collar.

Like the wind which flies.
Like the water which flows.
I am fly and flow to where ever land that I need to sow.

Call me ambitious.
But actually I just want to live a life that fabulous.
A life which faultless and scrupulous.

I am not an angel.
I am just a hybrid human that has many angle.
I know that I have the dark side of me.
But actually that is also a part that make me steady.

Dear,
Perhaps I never make it clear.
I never want a partner that treat me like a princess.
I just want a partner that can running beside me even the world seems rail less

Dear,
You’ll be tired following me around.
And it will be as frustrating as it sound.
So, make up you gear and start up your engine.
Make your own guidance and this kind of life, we can morphin’.

Dear,
Life is a show.
There always a side of life that we don’t know.

So here, take my hand.
Together, we can fight till the end.
Cause, same as the philosophy of the hybrid human.
In any condition, two is better than one.

PHP 848
Big fat thanks for Two is better than one song that giving me the idea ๐Ÿ˜‰

The Roller Coaster Year of 2014

Standard

I defeated. By Facebook. By making those kaleidoscope of looking back of the year 2014 before me. D*mn you Mr. Zuckerberg. Hahaha..

Alright. Whatever.

Hence, I should made one by myself then.

I think this is kinda “Basi” post already, since today is already the 7th of January, but at least late is better than never ayt?

Oke, mari kita gunakan bahasa ibu pertiwi kita saja biar terdengar lebih nasionalis.

Dua ribu empat belas. Kerasa sebentar, tapi kalo di pikir2 ulang, banyak juga yang udah ketulis dalam buku setebal 365 halaman itu. Banyak pertama kali yang gw lewatin selama tahun ini. Full of ups and downs and an unpredictable year, if I could said.

Gw masih inget banget suasana pergantian tahun dari 2013 ke 2014, Oiso The Traditional Korean Restaurant. That’s the place when I spent the last night of 2013. Nggak heboh, dan kalau di pikir2 juga nggak ada seru2nya, beda sama beberapa new year heboh yang dulu pernah gw alamin (dan tentu saja new year heboh ini bukan terjadi di UUM to be noted). Just spending a little time sama temen2 se-tim BBM waktu itu.

944824_10203162461208465_611172_n

In front of the Christmas Tree, masih ada si tengil temen berantem gue, Rio.

“Z, Apa resolusi lo buat tahun 2014?”,

Gw masih inget banget pertanyaan Rio ini waktu gw lagi ngunyah Bulgogi dengan nikmatnya.

Gw mikir, apa ya resolusi gw? Jujur selama ini gw nggak pernah ada resolusi yg pengen banget2 gw capai. Dulu2 sih, paling standard, pengen cepet lulus kuliah, terus kerja yg bener. Tapi setelah lulus kuliah dan kerja dengan stabil, gw sendiri jadi bingung apa yang harus gw usahain di tahun depan saat itu.

“Gw challenge lo buat kurus jet, nggak usah kurus2 banget, lo turun aja berat badan lo, 6 kilo aja, bisa nggak lo?”,

Dan inilah gue, denger kata2 challenge, kuping gw langsung tegak. I love Challenge! Adrenalin gw naik sampe ubun2. Okay, target tahun ini adalah balik ke berat badan semula, at least nggak usah muluk2, balik ke berat badan jaman sebelum master should be enough.

So, here I am. I won the challenge. I’m back to my real weight before those mad master time. *Walopun sekarang gue harus challenge diri gue lagi buat balik ke berat pas jaman SMA*

Hence, the first challenge. I WON! Yaay!! Banzai! Manse!

“Lo bisa nggak jet lebih feminin dikit? Pake rok gitu, pake heels, dandan dikit kalo berangkat ke kantor”,

Another challenge comes from Inyas.

The hell is, I completely defeated on this challenge. Emang, ngerubah penampilan luar lebih gampang daripada ngerubah sifat yang udah ke tanam dari kecil. Da heck, gw kibarin bendera putih, gw mungkin bakal selamanya tomboy. Well, at least bukannya gw nggak ada kemajuan, gw udah biasa pake lipgloss pas mau berangkat kantor sekarang, walopun sebenernya gw cuma suka sama rasa lipgloss nya karena manis, hahaha..

Well, tommy girl biasanya lebih mandiri dan kuat daripada feminin girl kan? *ngeles*

Minggu kedua menjelang pertengahan Januari…

Jujur, gw udah lupa apa rasanya deg2an dan lupa bagaimana harus bersikap sama lawan jenis. Gara2 hal ini juga, gw sering menyama-ratakan semua temen gw, gw anggap kalo mereka semuanya cewek. Hahaha.. and there.. I got a new news that make my head ache. LITERALLY.

Ada orang yang ngerasa tiba2 kalo gw punya perasaan sama dia dan menganggap gw adalah “Girlfriend” nya.

Okay, for this, I totally blame myself. Bukannya sekali dua kali gw nemuin dan ngerasain hal begini. Dulu juga pernah, jaman SMA dan kuliah, udah 3 orang yang menganggap gw amat sangat care sama mereka dan menganggap gw punya special feelings buat mereka. Oh come on guys, I am naturally care with my friends. Bahkan banyak orang menyangka gw lesbi gara2 gw too much care ke sahabat cewek gw.

Anyway, gw berusaha meluruskan masalah ini, and damn about it, gw kalah. Bener sebenernya kata2 orang, jadi cewek itu bodoh. Walopun dia nerima apa penjelasan gw, but seems dia nggak mau tau. Gw menawarkan hal lain dan berusaha memenuhi janji gw untuk nggak jauh dari orang ini, but I think, gw lemah. Hati cewe emang nggak akan pernah sekeras berlian, gw yang kepala batu pun bisa lunak lama2. And there.. hati gw mulai bolong di sana sini, ketetesan air yang namanya perhatian yang dikucurin tiap hari.

Sampai akhirnya, dia bilang, “Ayolah, gw kangen banget sama lo, pengen banget liat senyum lo langsung, pengen spending time sama lo lagi walopun sebentar, kalo gw bisa, gw bakal pindah kesana dan terbang saat ini juga, tapi kan lo juga tau kalo gw sekarang baru aja masuk kantor baru..”

Bodohnya gw sekali lagi, tanpa pikir panjang, gw langsung beli tiket ke tempatnya dia. Padahal ACC dari papa belum di kantongin, dan duit juga lagi nggak ada.
Well, sometimes love makes you the dumbest person in the world. Titik terbodoh gue di kuarter pertama tahun ini ada pada akhir maret.

Oh iya, lupa, I turned 24 on this year too. Punya tanggal ulang tahun awal2 itu sebenernya nggak enak, lo bakal masuk ke pergaulan yang rata2 isinya adalah orang yg lebih tua dari lo, walaupun cuma beberapa bulan. Ini kenapa, gw amat sangat bisa berperan sebagai adik yang baik. Haha.. kok jadi gagal fokus gini? ๐Ÿ˜›

Anyway,ย  I spent my birthday with all my beloved friends, ucapan terima kasih khusus buat yang sampe bela2in dateng dari serdang dengan kondisi baru nganter temennya ke bandara KLIA naik motor dan malemnya ada rapat PPI cuma buat ngerayain ultah gw doang di midvalley. Makasih ya Rahmat, terharu lho gw..

Dan special thanks juga buat the best account manager ever, Kuya Am yang selalu seneng ngebully gw tapi gw tau doi sayang sm gw (geer, bodo :P) karena udah nemenin dan spent time sama gw waktu itu.

Maret juga adalah pertama kalinya, gw official ganti team, dari team BBM ke team Social Media. I’m glad that I said OK to kuya Am’s offer that time. Gw nggak bisa minta team yang lebih baik lagi dari yg gw punya sekarang.

On April and May, nothing much, Icung nikah, daisy sm nyomi pergi ke jepang, dan event2 kecil lainnya.

Well, ada satu foto favorit gw pas icung nikah, there it is..

10153006_10203976497478863_4174287333920705557_n

Cantik cantik

Ga tau kenapa suka aja gitu liatnya.. Walopun sebetulnya gw agak2 jahat karena harus nge-crop salah satu orang biar nggak ngerusak fotonya, haha.. Why am I so d*mn evil? well, bodo amat deh ๐Ÿ˜›

Dan bulan juni pun datang.. #sigh

Mungkin ini titik terbego gw di kuarter 2ย  tahun 2014. Oh yeah, gw beli tiket ke negara orang itu.

Antara excited, seneng dan takut, semuanya campur aduk. First time juga sih sebenernya kesana. Negara yang mungkin nggak akan pernah gw kunjungi kalau memang nggak ada yg minta gw kesana.

But whatever, I’m happy to meet him and the others. At least, all the memories there, are sweet, ngalah2in tropicana slim deh. Gw amat sangat puas main di pantai dan enjoyed a little date bentar pas malem gw sampe. Satu hal yang bikin gw terharu dan gw appreciate adalah, dia mau ngelawan rasa takutnya cuma untuk nemenin gw main. Dari main drop tower yang dia paling benci gara2 dia takut ketinggian, sampe naik flying fish yang bikin dia phobia tenggelam gara2 dia nggak bisa berenang. Well, dan naik ferris wheel. Yangย  awalnya gw anggap romantis dan ujung2nya gw sendiri yang excited gara2 lagi2 dia takut ketinggian. Anyway, I’m enjoy teasing him that time, walopun abis itu ngerasa bersalah karena mukanya pucet banget. Hey! you have to learn to play with your adrenalin sometimes Mr!

Happy to mingle with them

Happy to mingle with them

Bulan Juli mungkin jadi bulan paling menyedihkan buat gw, sepupu kesayangan dan terdekat gw, Bagus, meninggal. Gw uring2an selama seminggu lebih. Sampai sekarang pun gw masih nggak percaya dia udah dipanggil duluan dari gw, seems like yesterday he BBM me and told me that he wants to buy a new phone and ask me to help him looking the price. Dua minggu setelahnya, gw dapet kabar dia meninggal. Perasaan gw campur aduk. Gw bahkan masih menganggap dia masih hidup sampai sekarang. Anyway, Bagus udah tenang di alam sana, jadi gw nggak perlu worry lagi.

Sweet memories with my tengil yet ngangenin cousins.

Sweet memories with my tengil yet ngangenin cousins.

And nothing special on August. Cuma lebaran plain yang mengharuskan gw kerja dan lebaran di kantor, tapi at least I got lots of me time since 2 housemates are balek kampong buat lebaran.

Anyway, di bulan2 ini adalah mengapa gw pikir dateng ke phl adalah keputusan yang bodoh. Ada baiknya sih, tapi gara2 ini juga orang itu jadi makin terlalu fond sm gw. Dan gw mulai nggak nyaman dengan tuntutan2 dan sikap dia ke gw. Satu hal yang gw nggak suka adalah, sikap dia yang nggak pernah mau dengerin apa pertimbangan gw, dan perlakuan dia yang tarik ulur ke gw, well, gw jujurnya gw udah capek main tarik ulur pas jaman SMA. Hello, kita bukan anak kecil lagi. Masih jaman main tarik ulur ya? Gw nemuin sisi kekanakan dia dari sini. Dan lama2 the quarells berlanjut walopun cm buat hal2 kecil kayak gw nggak ngangkat telp gara2 gw lagi di ruang tamu, atau gw nggak sengaja tidur pas doi nelp tengah malem, atau pas doi cemburu kalo gw deket sama orang lain (yang bahkan kalo gw deket ke cewek, **nasib deket sm cowok Bi, semua orang dia pikir sama kayak dia kali #sigh) gw mulai mikir, this relationship is not healthy anymore. I’m tired.

Akhir september..

Capek sama semua pikiran yang melanda, gw perlu suatu escape plan. Dan setelah meracuni para housemates, langkawi jadi tujuan pilihan kita.

Escape with my best besties ;)

Escape with my best besties ๐Ÿ˜‰

1450129_10205165383960282_6267314045377441351_n

Blue blue sea

We had fun to the total. Emang, paling enak jalan dan travel dengan orang2 yang sepikiran dan se-hobby sama kita. Gw puas dan felt refreshed walopun cuma liburan sebentar. Dan liburan ini bikin gw sadar, banyak yang gw lewatkan saat gw terlalu fokus ke satu orang. So, by the end of the month, I’m officially detached. Buat apa pertahanin sesuatu yang bikin gw lebih banyak capeknya daripada happy-nya? So, I decided, I’m done with this person.

Anyway..

Awal Oktober,

Papa mama dateng, gw seneng, itu pasti. Siapa sih yang nggak seneng di datengin orang tua? Apalagi udah lama gw nggak pulang dan nggak mingle bareng mereka. Lagipula, berhubung dengan semua kejadian sebelumnya, gw perlu ada orang tempat bersandar, dan meluk mama adalah hal ternyaman buat gw karena gw nggak perlu bilang apa2, mama seakan ngerti dan rasanya semuanya lepas aja.

And there is another person yang bikin gw lupa sama masalah gw sebelum2nya, walaupun deket sama orang ini juga berarti membuka satu pintu masalah baru. Gosh, why my life is so complicated? Can I just live a normal life? #sigh

And there I go, I starting to grow fond to him. Funny it is, soalnya orang ini adalah salah satu temen baik dan temen curhat gw. Nggak tau kenapa, entah sejak kapan, entah darimana, gw mulai value orang ini more than before. In romance term I mean. Well, love doesn’t need a specific reason right?

But, there is a certain reason that actually I should not to be too close to him. Tapi, kayaknya cara gw memandang kehidupan cocok sama tes yang pernah gw posting disini juga (inget postingan tentang Princess Diaries kan?). Mungkin buat gw, love itu sama kayak lagunya Tiffany, Blind. And I don’t have any lenses to see the clearer fact. All just a happy foggy life that time. Although there are some times that I felt I’m being struck by lightning, but anyway, I choose to keep blind till now. Like I said before, love sometimes makes you the dumbest person in the world.

Anyhow, although this kind of thing having full of ups and downs, gw bisa bilang my life on October till end of November is full of dramas, tapi entah kenapa hal ini malah makes me grow fonder to him. Well, in certain terms, I learned a lot dari kejadian2 ini. Gw makin bisa berpikiran terbuka dan mengerti alasan2 dan dapet jawaban2 dari pertanyaan2 yang sebelumnya gw pertanyakan.

Till the end of the december 2014, the life is just so-so and quite routine. Cuma di rumah ada sedikit masalah gara2 ada orang nginep yang bikin satu rumah nggak betah dirumah. Oh ya, dan pesawat Airasia QZ8501 jatuh di selat karimata. Quite a news, karena termasuk yang itu, udah 3 tragedi pesawat kejadian di tahun ini, MH370 dan MH17.

Anyway, menilik kembali, 2014 is quite a year. Banyak kejadian dan hal2 pertama yang gw alamin. Memang nggak se-rushing 2013, 2014 berjalan lebih lambat dari 2013. Tapi gw thankful and feel grateful to God for make such not boring life for me. Alhamdulillah buat semua tawa dan kebahagiaan yang gw terima di tahun ini, Alhamdulillah juga buat semua air mata yang tumpah sepanjang tahun ini. Apapun yang terjadi, gw cuma berharap, gw bisa lebih baik dari tahun2 sebelumnya.

Well, that’s all I think for the looking back to 2014 in my version. Mungkin ada beberapa part yang gw ilangin dan menurut gw nggak perlu di ceritain banget. May all of us be better in this 2015! Happy New Year!